Selasa, 05 Maret 2019

Upaya Strategis Kementrian Agama Dalam Membangun Komitmen Peningkatan Mutu PAI di Daerah


VISITING TEACHER
Upaya Strategis Kementrian Agama Dalam Membangun Komitmen
Peningkatan Mutu PAI di Daerah




Oleh:
Bambang Rianto, M.Pd.I.

Pendidikan Agama Islam (PAI) pada sekolah memiliki peranan yang strategis dalam sistem pendidikan nasional, terutama dalam rangka membangun karakter bangsa yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yaitu, untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 40 ayat (2) menyatakan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis; mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di sekolah dituntut tidak hanya menjadikan peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, tetapi juga dapat memahami dan menghayati ajaran agama Islam secara baik dan benar. Selain itu, GPAI harus dapat menanamkan nilai-nilai luhur ajaran agama Islam sebagai landasan moral, etika, dan akhlak mulia, dalam kerangka pembentukan sikap dan watak, serta perilaku akhlakul karimah peserta didik. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai strategi dan model pembelajaran yang dikembangkan serta tampilan contoh keteladanan (uswah hasanah).
Dalam hal ini, GPAI diharapkan mampu melakukan transfer of knowledge (memberikan pengetahuan) dan transfer of values atau ethics (menanamkan nilai-nilai kebaikan atau perilaku yang baik).  Upaya transfer of values atau ethics dalam konteks ini merupakan suatu keharusan dalam menegakkan nilai-nilai spiritual dan jatidiri bangsa Indonesia dalam konteks wawasan kebangsaan yang bernuansa religius.
Peningkatan mutu PAI di beberapa wilayah masih belum merata. Hal ini dapat dikembangkan jika dilakukan upaya yang strategis dalam membangun komitmen dan kerjasama peningkatan mutu PAI di beberapa wilayah secara berkelanjutan. Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama telah menyelenggarakan kegiatan Visiting GPAI. Melalui kegiatan ini, GPAI dapat berpartisipasi, melatih, dan berbagi pengalaman dan ilmunya untuk meningkatkan mutu GPAI.
Sebagai salah satu ikhtiar penting, progam Visiting GPAI bertujuan membantu percepatan pemerataan kompetensi GPAI, serta menjembatani peningkatan mutu GPAI yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Melalui kegiatan ini pula, diharapkan terjadi sharing (berbagi) pengalaman antara GPAI yang kreatif, inovatif dan inspiratif sebagai peserta visiting dengan GPAI sasaran atau pihak-pihak lain, terkait dengan pengembangan mutu PAI.
Tujuan Umum:
a.         Membantu percepatan pemerataan kompetensi GPAI;
b.        Meningkatkan pemahaman GPAI dalam Implementasi Kurikulum 2013 PAI dan Budi Pekerti;
c.         Memberikan pengalaman baru bagi GPAI untuk melakukan pendampingan, menjadi inspirasi dan membangkitkan motivasi bagi GPAI wilayah sasaran, dan KKG/MGMP PAI;
d.        Memberikan kesempatan kepada GPAI untuk membagi ilmu dan keterampilan kepada GPAI di wilayah sasaran.
Tujuan Khusus:
a.         Memberikan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PAI dan Budi Pekerti;
b.        Membantu GPAI wilayah sasaran dalam penggunaan media pembelajaran berbasis ICT/TIK;
c.         Memberikan pendampingan dalam metodologi pembelajaran kepada guru PAI, dan wadah organisasi profesi (KKG, dan MGMP PAI) di wilayah sasaran;
d.        Mengidentifikasi kendala-kendala yang ada dalam proses pembelajaran, pengembangan media, dan penerapan metodologi pembelajaran PAI pada sekolah sasaran;
e.         Memperoleh gambaran tentang pemetaan kompetensi GPAI di wilayah sasaran;
f.          Membantu memecahkan masalah dalam proses pembelajaran, pengembangan media, penerapan metodologi pembelajaran PAI, dan mampu memberikan solusi alternatif.
Manfaat:
1.        Bagi peserta visiting: memperoleh pengalaman baru dalam melakukan pendampingan dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran PAI di wilayah sasaran;
2.        Bagi GPAI di sekolah sasaran:
a.         Meningkatkan pemahaman Implementasi Kurikulum 2013 PAI dan Budi Pekerti;
b.         Menambah khazanah keilmuan dalam pengembangan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti yang sesuai dengan kearifan lokal;
c.         Menambah keterampilan dan wawasan dalam pengelolaan kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah sebagai perwujudan pemahaman siswa terhadap materi PAI yang rahmatan lil'alamin.
2.        Bagi sekolah sasaran: memperoleh gambaran tentang pengelolaan pembelajaran PAI di sekolah;
3.        Bagi Instansi terkait:  memperoleh gambaran pemetaan kompetensi GPAI di wilayah sasaran untuk dijadikan bahan kebijakan peningkatan mutu lebih lanjut.
Penetapan wilayah sasaran kegiatan Visiting GPAI pada sekolah, antara lain:
a.         Daerah/kabupaten yang guru PAI-nya rata-rata belum pernah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi GPAI termasuk pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PAI dan Budi Pekerti;
b.        Penetapan daerah/kabupaten wilayah sasaran dilakukan berdasarkan usulan pihak Kanwil Kementerian Agama Provinsi.
Peserta
Peserta visiting terbuka bagi guru pendidikan Agama Islam dari seluruh Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut: GPAI pada sekolah yang berstatus PNS, Sehat jasmani dan rohani, bagi guru perempuan tidak sedang mengandung/hamil, Memiliki ijazah minimal Sarjana (S1) Pendidikan Agama Islam/Kependidikan, diutamakan yang memiliki ijazah S2 yang relevan, Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun, memiliki pengalaman diklat kependidikan dan pengalaman lainnya yang relevan dengan pendidikan, memiliki sertifikat ToT, refreshment, dan Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 PAI dan Budi Pekerti minimum tingkat provinsi, Memiliki kemampuan penulisan karya tulis ilmiah/PTK, Menguasai media pembelajaran berbasis ICT bidang PAI, menguasai model-model pembelajaran PAI, Berusia maksimal 50 tahun, melengkapi dokumen yang dipersyaratkan meliputi, biodata, foto copy sertifikat pelatihan yang relevan, surat pengantar dari Kantor Kementerian Agama/Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, surat persetujuan dari Kepala Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan bagi GPAI yang diangkat oleh Pemda/Dinas Pendidikan, surat pernyataan kesediaan untuk ditempatkan pada wilayah sasaran yang ditunjuk.
Seleksi peserta dilakukan oleh Bidang PAIS/Pakis/Pendis Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi setempat. Hasil seleksi menghasilkan 2 Guru PAI SD terbaik, 2 Guru PAI SMP terbaik dan 2 Guru PAI SMA/SMK terbaik. Hasil seleksi dikirim ke Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam. Tim Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI melakukan proses seleksi kembali didasarkan pada hal-hal sebagai berikut: a) Kelengkapan syarat-syarat calon peserta visiting sesuai dengan jumlah kuota; b) Penilaian portofolio atas dokumen/berkas calon peserta; c) Calon peserta Visiting GPAI yang dinyatakan layak ditetapkan dengan SK Dirjen Pendidikan Islam.
Jumlah pendaftar kegiatan visiting 150 GPAI dari seluruh Kanwil yang ada di Indonesia. Seleksi yang dilakukan secara kompetitif dan komprehensip, sehingga terpilihlah 60 GPAI terbaik. Berdasarkan SK Ditjen Pendidikan Islam Nomor: 5192 Tahun 2017 tentang penetapan peserta  visiting GPAI. Setiap daerah sasaran terdiri 2 GPAI sebagai Tim visiting. Nama peserta visiting GPAI SD dan daerah sasaran sebagai berikut: 1) Abdulsalam Laitupa, S.Pd.I ,Maluku 2) Sahril, S.Pd.I, Kalimantan Timur daerah sasaran Subang Jawa Barat, 3) Akbar Baso, S.Pd.I, Kupang NTT, 4) Bambang Rianto, M.Pd.I Gorontalo Daerah sasaran Jepara Jawa Tengah, 5) Sulaeman Husen, S.PdI, Nusa Tenggara Timur, 6) Ahmad Tupu, S.Pd, Sulawesi Selatan daerah sasaran Pacitan Jawa Timur, 7) Iman Herdiansyah, M.PdI, Jawa Barat, 8) Fuadi Aziz, S.PdI, M.PdI Yogyakarta daerah sasaran Banggai Sulawesi Tengah, 9) Lili Wahyudi, S.Ag, M.Pd Jawa Barat, 10) Sihono, M.Pd.I Jawa Tengah daerah sasaran Halmahera Selatan Maluku Utara, 11) Khoirul Munir, S.Ag, M.Pd Jawa Timur, 12) Jeki Pausan, M.Pd Bengkulu daerah sasaran Sambas Kalimantan Barat, 13) Ali Supangat, M.Pd Sulawesi Tengah, 14) Muchlis, S.PdI Sulawesi Tenggara daerah sasaran Kepulauan Seribu Jakarta, 15) Andi Sukmawati, S.Ag, M.Pd.I Sulawesi Selatan, 16 Wahidah, M.Pd.I Kalimantan Barat daerah sasaran Lima puluh Koto Sumbar, 17) Wahidah, S.Pd.I Sumatera Utara, 18 Faiqoh Ulwi, M.Pd.I Jawa Tengah daerah sasaran Kutai Barat Kalimantan Timur, 19) Sulastri, S.Pd.I, M.Pd Kalimantan Barat, 20) Khusna 'Abidah Azzakiyyah, M.Pd.I Jawa Timur daerah sasaran Bengkalis Riau.
Nama peserta visiting GPAI SMP dan daerah sasaran sebagai berikut: 1) Dra. Rosmawati, M.Pd.I Bengkulu, 2) Agustinawati, MA Sumatera Utara daerah sasaran Bau-Bau Sulawesi Tenggara, 3) Solikhatun, S.Ag, M.Ag Banten, 4) Denik Isrowati, M.SI Jawa Tengah daerah sasaran Bima NTB, 5) Rizki Renaldo, S.Pd.I, MA, Sumatera Barat, 6) La Hamiku, S.Pd.I, M.Pd.I Sulawesi Tenggara daerah sasaran Cilacap Jawa Tengah, 7) Azam Salimi, S.Ag Lampung, 8) Miftakhul Khoiri, S.Pd, MA Jawa Timur daerah sasaran Flores NTT, 9) Hilmiyati, S.Ag NTT, 10) Susiani, S.Ag, M.Si Yogyakarta daerah sasaran Karo Sumut, 11) Abdullah Sani, S.Pd.I Riau, 12) Ahmad Mursidi, M.Pd.I Jawa Tengah daerah sasaran Kota Waringin Timur Kalteng, 13) Muhammad Hajrin Nur, S.Ag, M.Pd Kaltim, 14) Abd. Jabbar, S.Pd. I, M.Pd.I Sulawesi Selatan daerah sasaran  Natuna Kepri, 15) Sulkifli, M.Pd.I NTB, 16) Hj. Ratna Malawati, S.Ag Maluku, daerah sasaran  Pandeglang Banten, 17) Edi Suwanto, M.Pd.I Jawa Barat, 18) Sutarjo Paputungan, M.Pd.I Gorontalo daerah sasaran  Sekadau kalbar, 19) Milla Dadhlia, S.Ag Banten, 20) Ani Nur'ainul Muthohiroh, S.Ag, M.Pd.I Jawa Timur daerah sasaran  Tidore Malut.
Nama peserta visiting GPAI SMA/SMK dan daerah sasaran sebagai berikut: 1) Ahmad Amali Kurniawan, M.Pd.I., M.Pd. Yogyakarta, 2) Sugiarto, S.Ag., M.S.I. Maluku daerah sasaran  simeleu Aceh, 3) Ahmad Taufik. M.Pd.I Jawa Tengah, 4) Muhammad Ikhsan, S.Pd.I. Sulawesi Selatan daerah sasaran  Karimun Kepri, 5) Chadijah Al-Hasny, S.Ag., M.Si Sulawesi Tengah, 6) Rosnaeny Syahbuddin, S.Pd. Malut daerah sasaran  Kapuas Hulu Kalbar, 7)  Hayatunupus, S.Ag., M. Pd. Kalimantan Barat,  8) Darmiaty, S.Pd.I. Aceh daerah sasaran Lebak Banten, 9)  Chairunnisa, S.Ag., M.Pd. Sulawesi Tenggara, 10)  Izzatul Laila, M.Pd.I. Jawa Timur daerah sasaran Sukabumi Jabar, 11) Toto Warsito, S.Ag., M.Ag. Jawa Barat, 12)  Sukman Hartidi, S.Pd.I. Bengkulu daerah sasaran Buru Maluku, 13) Ayi Nining, M.Ag Jawa Barat, 14) Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I. Sulawesi Selatan daerah sasaran Alor NTT, 15)  Edi Herman, M.Pd.I., 16)  Supriatin, S.Ag. M.A Sumatera Utara daerah sasaran Majene Sulbar, 17) Sarif Hidayatullah Banten, 18)  Ahmad Barlian, S.H.I., M.A. Riau daerah sasaran Palopo Sulsel, 19)  Ibrahim Nasution, S.Ag., M.Pd.I. Sumatera Utara, 20)  Harsono, S.Ag. Jawa Tengah daerah sasaran Nunukan Kalut.
Kegiatan Visiting GPAI dilaksanakan selama pada bulan Desember 2017 yang dibagi menjadi 3 tahap, yaitu:
Pembekalan Calon peserta Visiting GPAI yang dinyatakan lulus seleksi untuk menerima pembekalan melalui kegiatan workshop. Pembekalan calon peserta Visiting GPAI dilaksanakan selama 3 (tiga) hari. Kegiatan pembekalan dilakukan dengan menyusun rencana program, skenario kegiatan dan rencana koordinasi dengan pihak terkait yang sesuai dengan daerah sasaran visiting.
b.    Pelaksanaan Visiting GPAI;
Beberapa hal yang telah dilakukan oleh peserta Visiting GPAI antara lain sebagai berikut:
1)        Melakukan pertemuan dengan Guru PAI
2)        Koordinasi dan diskusi peran KKG sebagai wadah peningkatan profesional guru PAI.
Penyegaran kepengurusan dan penyusunan program kerja KKG untuk meningkatkan profesional dan kualitas GPAI. Program kerja diupayakan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh GPAI di daerah sasaran.
3)        Mengembangkan model pembelajaran PAIKEM dengan maksimal;
Implementasi model-model pembelajaran dilakukan bukan hanya sekedar teori. Tim visiting menyampaikan kegiatan bimtek dengan menggunakan model-model pembelajaran PAIKEM. Secara tidak langsung peserta dapat memahami sintak dari model-model pembelajaran. Pada kegiatan refleksi peserta dapat menyebutkan sintak dari model-model pembelajaran antara lain: Make a mach, Mind Maping, Gallery wall, Market place activity, Video comment, Snawball throwing, Talking stick, inqury learning, discovery learning, dan think pair and share.
4)        Mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT;
Pengembangan media pembelajaran dilakukan dengan membuat bahan ajar. Bahan ajar yang dibuat meliputi bahan ajar pokok dan pendukung pembelajaran. Penggunaan internet dalam pembelajaran sebagai sumber belajar merupakan pengembangan wawasan pembelajaran  bagai pendidik dan peserta didik;
5)        Penulisan Karya Ilmiah dan  Penelitian Tindakan Kelas (PTK);
6)        Optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler PAI;
Melakukan analisis SWOT terhadap pengembangan kegiatan ekstrakurikuler PAI di daerah sasaran. Hasil kajian ini tentunya melahirkan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler berdasarkan kearifan budaya lokal. Pengembangan estrakurikuler PAI diharapkan dapat memberikan nilai  tambah bagi pengambangan bakat dan minat peserta didik. Even kegiatan ekstrakurikuler bermuara pada kompetisi yang dikemas dalam berbagai perlombaaan mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga Nasional. 
7)        Memberikan Pelatihan Implementasi Kurikulum PAI 2013 dan Budi Pekerti.
Kegiatan pelatihan dilakukan dengan penguatan terhadap perubahan-perubahan terbaru implementasi kurikulum 2013. Pelatihan ini dilakukan dengan menganalisis Permendikbud Nomor 20, 21, 22, 23, 24 Tahun 2016, pemetaan alokasi waktu, pemetaan KD, pemetaan buku siswa, prota, prosem, KKM komponen RPP, pengembangan IPK, penulisan soal HOTS dan pengolahan dan pelaporan penilaian.

c.    Evaluasi Penyelenggaraan Visiting.
Setelah melaksanakan visiting, peserta mengikuti evaluasi hasil pelaksanaan dengan melaporkan hasil pelaksanaan dalam bentuk laporan pertanggungjawaban. Peserta visiting membuat dan menyerahkan laporan hasil visiting kepada pihak-pihak terkait termasuk kepada Direktur Pendidikan Agama Islam baik laporan akademik maupun laporan jurnal individu kegiatan selama visiting berlangsung.
Penutup
Kegiatan visiting GPAI merupakan upaya strategis dalam membangun komitmen dan kerjasama peningkatan mutu pembelajaran PAI di daerah.  Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi untuk berbagi pengalaman berkaitan dengan persoalan Pendidikan Agama Islam dan sharing (berbagi) pengalaman antara GPAI peserta visiting dengan GPAI daerah sasaran dan pihak-pihak lain, terkait dengan pengembangan mutu PAI, sehingga upaya percepatan pemerataan kompetensi GPAI, serta menjembatani peningkatan mutu GPAI yang ada di daerah.
Kegiatan Visiting GPAI dapat meningkatkan dan mengembangkan kompetensi GPAI pada sekolah sasaran di antaranya dalam meningkatnya wawasan dan keterampilan GPAI pada sekolah di antaranya tentang Implementasi Kurikulum 2013 PAI dan Budi Pekerti, pengembangan model pembelajaran PAI, pendayagunaan media pembelajaran PAI, penulisan karya ilmiah dan PTK, dan pengelolaan kegiatan keagamaan di sekolah.
 Kegiatan visiting GPAI harus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk daerah-daerah yang belum terjangkau dalam pemerataan program PAI. Penambahan alokasi waktu untuk pelaksanaan kegiatan visiting lebih diutamakan, sehingga pemahaman dan sharing berkaitan dengan permasalahan GPAI lebih mendalam dan tuntas. Waktu pelaksanaan diupayakan pada pertengahan semester atau hari efektif belajar sehingga permasalahan dan kendala kegiatan PAI di daerah sasaran dapat terindentifikasi secara menyeluruh. Dengan demikian kegiatan visiting GPAI merupakan salah satu alternatif solusi strategis terhadap peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam di daerah. Salam GPAI…. Profesional…. Inspiratif …. Jaya dunia Akherat. Amin.

Penulis,
Guru PAI SDN No. 23 Dungingi Kota Gorontalo
Peserta Visiting GPAI Direktorat Pendidikan Agama Islam
Kementerian Agama RI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN HASIL PK ONLINE GPAI SD 2019 KOTA GORONTAO